TRIVIA #95: BOTANI PRAKTIS

Dalam menerapkan teknik-teknik survival,  pengetahuan mengenai keanekaragaman jenis tumbuhan di Indonesia menjadi sangat penting karena tumbuhan yang sering kita temui di alam dapat sangat berguna untuk menunjang kehidupan seseorang. Oleh karena itu memperdalam pengetahuan kita mengenai botani praktis dapat sangat bermanfaat bagi kita. Secara garis besar, tumbuh-tumbuhan dibedakan pada dua hal yaitu tumbuhan yang dapat dimakan (berguna, mengandung air, dapat dipakai sebagai obat-obatan, dll) dan tumbuhan yang berbahaya (beracun). Kali ini kita akan membahas tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dalam survival.

  1. Tumbuhan sumber makanan

Ciri-ciri tumbuhan yang dapat dimakan adalah: (a) Bagian tumbuhan yang masih muda (pucuk/tunas; (b) tumbuhan yang tidak mengandung getah; (c) tumbuhan yang tidak berbulu; (d) tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap; (e) tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia.

 

Bagian tumbuhan yang dapat dimakan dan memberikan energi paling banyak adalah umbi (umbi batang / umbi akar), setelah itu baru buah, biji, dan daun.Contoh tumbuhan yang dapat dimakan menurut bagiannya :

  1. Umbi di dalam tanah : jenis talas, kentang, bengkuang, paku tanah.
  2. Bagian batangnya : umbut muda pisang, sagu, begonia.
  3. Buah : kelapa, arbei hutan, konyal (markisa hutan), nipah (dirawa)
  4. Biji : padi, jagung, biji rumput teki (di Madura), biji saniten yang sudah tua.
  5. Bunga : turi, pisang.
  6. Daun : rasamala, melinjo, babadotan, tespong, antanan.

 

  1. Tumbuhan obat

Dalam keadaan survival dimana kita dapat dihadapkan dengan kondisi yang sulit, kita bisa memanfaatkan tumbuhan selain untuk makanan bisa juga untuk obat. Sebagai obat, tanaman bisa berguna untuk anti demam , anti malaria, pembersih luka, dan penambah nafsu makan.

Contoh tumbuhan obat yang dimakan :

  1. Bratawali (Anamitra cocculus) Batangnya direbus, rasanya pahit. Gunanya obat anti demam, anti malaria, pembersih luka, penambah nafsu makan.
  2. Keji Beling/ngokilo (Strobilateses). Ambil daunnya, dimasak untuk obat pinggang dan infeksi/keracunan pada pencernaan.
  3. Sembung/sembung manis (Blumen balsmifira). Daunnya diseduh dengan air panas, dapat digunakan untuk sakit panas, sakit perut.
  4. Antanan atau gagan atau kaki kuda ( Centella asiatica). Daunnya dapat dimakan untuk obat sakit perut , asma dan sariawan.

 

Tumbuhan obat untuk luka luar :

  1. Getah pohon Kamboja, untuk menghilangkan bengkak gosok pada bagian tubuh yang bengkak dan biarkan 24 jam , lalu bersihkan dengan minyak kelapa dan air hangat, juga bisa untuk terkilir.
  2. Daun sambiloto ditumbuk halus dapat sebagai anti sengatan kalajengking
  3. Kiurat (plangato major) daunnya bisa digunakan untuk luka dan keseleo

 

  1. Kegunaan tumbuhan lainnya
  2. Tumbuhan penyimpan air : tumbuhan beruas (bamboo, rotan, dll), tumbuhan merambat, kantung semar, kaktus
  3. Tumbuhan pembuat atap/perlindungan : daun nipah, aren, sagu , anggrek tanah , honje , pisang , pandan hutan , palem hutan , paku sarang burung
  4. Pengusir ular dan serangga : lemo
  5. Indikator air bersih : tespong, selada air.
  6. Tumbuhan untuk bahan bakar : kayu dan ranting kering , getah damar , getah pinus

Sumber :

  1. Buku Panduan Alam. Edisi 5,31-33
  2. unrika.ac.id. (2018). BOTANI DAN ZOOLOGI PRAKTIS | HIMPALA UNRIKA. [online] Available at: http://himpala.unrika.ac.id/materi/botani-dan-zoologi-praktis/ [Accessed 3 Apr. 2018].