Tersedak saat makan merupakan kasus yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa waktu yang lalu, kita sempat mendengar kasus seorang pria meninggal karena tersedak ayam goreng pada saat mengikuti perlombaan makan ayam goreng tercepat. Sebenarnya pertolongan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kasus tersebut?

Sumbatan total atau tersedak (choking) merupakan suatu kondisi tertutupnya jalan napas sepenuhnya oleh suatu benda asing (makanan, mainan, dan lainnya) sehingga menghalangi aliran udara pernapasan menuju paru-paru. Tersedak dapat terjadi ketika makanan yang seharusnya masuk ke kerongkongan, masuk ke saluran pernapasan. Pada kondisi normal, tubuh sebenarnya sudah memiliki mekanisme pengaturan berupa struktur epiglotis yang menjaga agar makanan tidak masuk ke tenggorokan. Saat kita bernapas, epiglotis tetap membuka sehingga udara pernapasan bisa mengalir ke tenggorokan.  Pada saat menelan makanan, epiglotis secara otomatis akan menutup jalur pernapasan sehingga makanan masuk ke kerongkongan. Mekanisme pengaturan ini bisa terganggu ketika kita makan sambil berbicara atau makan dengan terburu-buru. Makanan yang seharusnya masuk ke saluran pencernaan menjadi masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan kondisi tersedak.

Tersedak dapat dikenali dengan tanda-tanda ketika seseorang memegangi lehernya (tanda universal untuk tersedak); kesulitan bernapas, berbicara, ataupun menelan; wajah, bibir, dan bagian ujung jari mengalami kebiruan (sianosis) sebagai tanda adanya gangguan perfusi oksigen.

Pada dasarnya, tubuh mempunyai mekanisme pertahanan berupa refleks batuk untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat pernapasan. Ketika benda yang menyumbat terlalu besar dan tidak teratasi dengan beberapa kali upaya batuk, maka kondisi ini akan menjadi kondisi berbahaya yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, diperlukan pertolongan segera. Berikut ini adalah langkah-langkah pertolongan yang disarankan oleh American Heart Association dan ACEP (American College of Emergency Physicians).

Penanganan pada penderita dewasa dan anak-anak (diatas 1 tahun) dalam kondis sadar:

  1. Ketika menemukan penderita dengan tanda-tanda tersedak, maka segera lakukan tindakan.
  2. Untuk membedakan sumbatan/obstruksi ringan (mild obstruction) dengan obstruksi berat (severe obstruction), tanyakan pada pasien “apakah anda tersedak ?” jika penderita masih bisa berbicara, maka tidak perlu diberikan tindakan intervensi. Biarkan upaya penderita untuk melakukan batuk dan bernapas spontan. Jika penderita tidak bisa bicara, batuk, ataupun bernapas, maka lakukan tindakan dorongan perut (abdominal thrust) yang dikenal dengan istilah Heimlich Maneuver.
  3. Lakukan Heimlich Maneuver: Berdiri di belakang penderita. Lalu, lingkarkan salah satu tangan anda dalam posisi mengepal pada bagian atas pusar (umbilicus) dibawah tulang dada (sternum) penderita. Posisikan bagian ibu jari mengarah ke perut penderita. Lingkarkan tangan yang satunya dengan posisi menggenggam tangan yang sudah mengepal. Berikan dorongan ke arah atas dengan cukup kuat. Lakukan sebanyak 6-10 kali secara cepat. Lanjutkan sampai sumbatannya hilang atau pertolongan Advance Life Support sudah tiba.

Penanganan pada bayi dibawah 1 tahun dalam kondisi sadar:

  1. Posisikan bayi pada posisi telungkup (wajah menghadap ke bawah) pada salah satu lengan bawah anda. Sangga bagian kepala dan leher dengan satu tangan tersebut. Posisikan kepala bayi lebih rendah dari batang tubuh.
  2. Lakukan 5 kali hentakan punggung (back blow). Posisikan telapak tangan di bagian tengah punggung bagian atas (diantara kedua tulang belikat), lalu berikan dorongan (hentakan) mengarah ke atas.
  3. Balikkan kembali posisi bayi dengan wajah menghadap ke atas (terlentang) dengan kepala bayi lebih rendah dari batang tubuh.
  4. Lakukan dorongan dada (chest thrust) dengan memberikan tekanan pada bagian tulang dada (sternum) bayi menggunakan dua atau tiga jari dengan kedalaman ½ sampai 1 inchi (1,5-3cm) sebanyak 5 kali.
  5. Ulangi siklus back blow dan chest thrust sampai benda asing berhasil keluar atau kondisi bayi menjadi tidak sadar.

Untuk penderita dewasa pada kondisi hamil atau obesitas, tindakan Heimlich Maneuver diganti dengan chest thrust. Dari rekomendasi yang telah dibuat AHA, tidak disebutkan adanya penggunaan back blow untuk mengatasi kasus tersedak pada anak dan dewasa. Di sisi lain, pada tahun 2006 American Red Cross mengenalkan teknik Five and Five yang merupakan kombinasi penggunaan back blow dan Heimlich Maneuver sebagai  pertolongan pertama pada kasus tersedak. Baik back blow, Heimlich Maneuver, maupun chest thrust bertujuan untuk memberikan dorongan udara sehingga bisa terjadi refleks batuk yang cukup untuk mengeluarkan sumbatan.


References

  1. EmergencyCareForYou. Choking (Heimlich Maneuver) | Emergency Care for You [Internet]. American College of Emergency Physicians. 2014 [cited 2017 Mar 22]. Available from: http://www.emergencycareforyou.org/Emergency-101/Emergencies-A-Z/Choking-(Heimlich-Maneuver)/
  2. Matsuo K, Palmer JB. Anatomy and Physiology of Feeding and Swallowing – Normal and Abnormal. Physical medicine and rehabilitation clinics of North America. 2008;19(4):691-707.