KOORDINAT PETA

Salah satu perlengkapan yang wajib disiapkan dalam melakukan navigasi darat di alam bebas adalah peta. Peta adalah gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang datar dengan perbandingan tertentu atau skala. Adapun beberapa bagian dari peta yaitu judul peta, keterangan pembuatan, nomor lembar peta, skala peta, legenda peta, arah peta, garis kontur, karvark dan sistem koordinat peta. Dalam hal ini akan mengkhusus menjelaskan mengenai pengertian, jenis dan cara membaca koordinat pada peta.

  1. Koordinat Peta

Koordinat adalah kedudukan sesuatu titik pada peta, yang merupakan pertemuan garis tegak dan garis mendatar dari suatu lembaran peta. Sistem koordinat peta yang resmi ada dua macam yaitu :

  1. Koordinat Geografis

Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus terhadap katulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan katulistiwa. Koordinat geografis merupakan koordinat yang digunakan untuk membaca peta Rupa Bumi, yang dinyatakan dalam satuan derajat (◦), menit (‘), dan detik (“).

  1. Koordinat Grid / Koordinat UTM

Koordinat grid dinyatakan terhadap sumbu X (absis) dan sumbu Y (ordinat). Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak terhadap suatu titik acuan (datum). Koordinat grid yang lazim di peta adalah koordinat grid UTM (Universal Transverse Mercator) sumbu yang di gunakan adalah sumbu X dan Y. Garis horizontal diberi nomor urut dari barat ke timur/kiri ke kanan (sumbu X). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara / bawah ke atas (sumbu Y). Sistem koordinat grid mengenal penomoran 4, 6, 8 dan 14 angka. Untuk daerah yang luas dipakai penomoran 4 atau 6 angka, dan untuk daerah yang lebih sempit/detail dengan penomoran 8 atau 14 angka. Koordinat grid 14 angka, terdiri dari 7 angka absis (X) dan 7 angka ordinat (y).

  1. Membaca Koordinat Peta

Membaca koordinat peta merupakan kemampuan yang wajib dimiliki dalam menerapkan ilmu navigasi darat di alam bebas. Membaca koordinat peta adalah salah satu hal yang dasar dalam menggunakan peta. Terdapat berbagai cara untuk dapat menentukan dan membaca koordinat peta, diantaranya yaitu dapat menggunakan protaktor maupun penggaris.  Fungsi dari protaktor maupun penggaris dalam hal ini adalah sebagai alat bantu. Dengan alat bantu tersebut kita bisa mendapatkan koordinat peta lebih teliti.

Secara umum membaca koordinat peta khususnya koordinat geografis seperti berikut :

  1. Cara membaca : Lintang (….o ….’….’’ LU/LS) /  Bujur (….o ….’ ….’’ BB/BT)
  2. Perhatikan nilai Lintang dan Bujur pada garis peta yang paling luar
  3. Perhatikan berapa nilai interval pergeseran antara setiap garis peta pada lintang dan bujur (dalam detik / ….’’)
  4. Cara menentukan
  • Pembesaran nilai horizontal ke atas berarti berada di belahan bumi utara (bawah ke atas / kiri ke kanan)
  • Pembesaran nilai horizontal ke bawah berarti berada di belahan bumi selatan (atas ke bawah / kiri ke kanan)
  1. Hitung berapa detik nilai penyimpangan koordinat yang akan dicari , hasilnya ditambahkan dengan nilai garis (bagian utara tambahkann garis dibawahnya, bagian selatan tambahkan nilai garis diatasnya, sedangkan garis bujur ditambahkan nilai garis di kirinya). Hasilnya adalah koordinat yang dicari.
    1. Analisi Peta 

    Lakukan analisis Peta terlebih dahulu. Dari hasil pengamatan didapat data sebagai berikut :

    • Peta tersebut adalah peta Rupa Bumi Indonesia
    • Skala Peta adalah 1 : 10.000
    • Interval garis lintang/bujur adalah 10″
    • Interval garis lintang/bujur adalah 3,09 Cm

    10″ = 3,09 Cm pada Peta (Saya sebut nilai “L”)

    1. Melakukan Pengukuran
    2. Melakukan Perhitungan
      Tentukan nilai X’ dan Y’, yaitu garis lintang dan bujur yang menjadi acuan pengukuran, yang berimpit dengan nominal “0” pada penggaris

      X’ = 110° 29’ 50,0”  BT (Lihat gambar “pengukuran garis bujur”)

      Y’ = 1° 12’ 30,0”  LS (Lihat gambar “pengukuran garis lintang”)

      X = X’ + ((X”/L) x Interval )

      X = 110° 29’ 50,0”  BT + ((0,85/3,09) x 10″)

      X = 110° 29’ 50,0”  BT + (8,5″/3,09)

      X = 110° 29’ 50,0”  BT + 2,75 ”   

      X = 110° 29’ 52,75”  BT

      Y = Y’ + ((Y”/L) x Interval )

      Y = 1° 12’ 30,0”  LS + ((2,25/3,09) x 10″)

      Y = 1° 12’ 30,0”  LS + (22,5″/3,09)

      Y = 1° 12’ 30,0”  LS + 7,28 ”   

      Y = 1° 12’ 37,28”  LS

      Hasil akirnya adalah  110° 29’ 52,75”  BT ; 1° 12’ 37,28”  LS

      Sumber :
      Divisi Alam TBM JD. 2016. Buku Panduan Alam. Edisi 4, 2-6
      PTBMMKI. 2017. Buku Kurikulum Pendidikan dan Latihan. Edisi 4, 370-373
      Andriyana L. 2014. Membaca Koordinat Peta dengan Penggaris. Tersedia pada laman : http://argopura.blogspot.co.id/2013/10/cara-membaca-koordinat-peta.html [diakses 5 Mei