TRIVIA 102 | CEGAH DENGUE FEVER DENGAN IVM

by | Dec 9, 2018 | Trivia | 0 comments

Dengue Fever atau demam dengue merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Masih ingatkah Anda dengan slogan 3M yang digunakan untuk mencegah demam dengue, yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur? Ternyata slogan tersebut masih kurang efektif untuk meredam penyebaran penyakit demam dengue akibat kurangnya partisipasi dari masyarakat. Lantas apa yang harus kita lakukan untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini?  Yuk simak artikel Trivia #102 selengkapnya…

Demam dengue merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyebar melalui perantara nyamuk Aedes aegypti, sehingga menimbulkan gejala seperti flu atau demam dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Demam dengue ini kerap terjadi di Indonesia mengingat intensitas curah hujan yang cukup tinggi, serta kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Hal ini mendorong nyamuk pembawa virus dengue dapat berkembang dengan mudah.

Adapun beberapa gejala yang dialami oleh orang yang terjangkit penyakit demam dengue, diantaranya :

  1. Gejala utama : Demam biphasic. Demam biphasic merupakan demam dengan suhu yang naik turun dalam 1 episode penyakit. Penyakit demam dengue memiliki tiga fase dimana terdapat fase demam dengan suhu tubuh tinggi, kemudian suhu tubuh menurun yang disebut fase kritis, dan dilanjutkan dengan suhu tubuh yang meningkat kembali yang disebut dengan fase pemulihan.
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri di area belakang mata
  4. Mual, muntah
  5. Pembesaran kelenjar
  6. Nyeri pada otot dan sendi
  7. Ruam pada kulit

Hingga saat ini belum terdapat pengobatan yang spesifik mengenai demam dengue. Pada umumnya, pasien hanya diberikan waktu untuk beristirahat, dihimbau untuk meningkatkan konsumsi cairan, dan juga beberapa obat penurun demam sesuai dengan anjuran dokter.Namun, apabila pasien dengan demam dengue tidak mendapatkan penanganan dalam waktu yang cepat, penyakit demam dengue dapat berkembang dan menimbulkan pendarahan. Demam dengue yang disertai dengan pendarahan dapat disebut juga sebagai Demam Berdarah Dengue (DBD) dimana penyakit tersebut dapat menimbulkan kematian apabila tidak diberikan penanganan secara cepat dan tepat.

            Memang pernah tercetuskan slogan 3M: Menguras, Menutup dan Mengubur. Akan tetapi hal ini belum efektif untuk mencegah penyebaran penyakit demam dengue akibat kurangnya partisipasi dari masyarakat. Oleh karena itu, terdapat program baru yang dicetuskan oleh World Health Organization(WHO) yaitu Integrated Vector Management (IVM) yang didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan yang rasional dalam penggunaan sumber daya yang optimal guna mengendalikan nyamuk sebagai perantara penyakit demam dengue. Program ini tidak hanya diisi oleh bidang kesehatan saja, namun menggunakan kolaborasi dari berbagai bidang untuk mencapai target yang diinginkan.

Adapun elemen-elemen kunci dari program IVM ini adalah,

  1. Advokasi, pembangkitan kesadaran, penegakan peraturan perundang-undangan
  2. Kolaborasi dengan sektor lainnya dalam mencegah penyebaran wabah penyakit demam dengue
  3. Pendekatan yang terintegrasi dengan pengendalian penyakit lainnya
  4. Strategi untuk membasmi nyamuk berdasarkan riset operasional dan pemantauan, serta evaluasi rutin
  5. Pengembangan infrastruktur

Program Integrated Vector Management(IVM) merupakan strategi yang baik untuk dilakukan dalam memberantas wabah penyakit demam dengue. Namun, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi pemerintah membutuhkan partisipasi kita semua, masyarakat Indonesia, untuk menyukseskan program pencegahan penyakit demam dengue tersebut. Sekian trivia #102 pada kali ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di trivia selanjutnya….!

SUMBER :

  1. (2009) Dengue : Guideline for Diagnosis, Treatment, Prevention, and Control.WHO Library Cataloguing-in-Publication Data. Tersedia di: http://www.who.int/rpc/guidelines/9789241547871/en/[Diakses pada 31 Juli 2018]
  2. (2011) Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever. WHO Library Cataloguing-in-Publication Data. Tersedia di: http://apps.who.int/iris/handle/10665/204894[Diakses pada 31 Juli 2018]