TRIVIA 126| WORK FROM HOME ? HATI-HATI DRY EYE !

by | Nov 22, 2020 | 0 comments

WORK FROM HOME ? HATI-HATI DRY EYE !

Selama pandemi COVID-19 ini seluruh aktivitas sehari-hari kita dilakukan di depan layar digital, hal ini tentunya dapat berisiko membuat mata kita menjadi lebih mudah kering. Mata kering atau dry eye merupakan kondisi dimana mata tidak memiliki kualitas dan kuantitas air mata yang cukup untuk melembapkan mata. Kuantitas atau volume air mata yang tidak mencukupi dapat disebabkan oleh produksi air mata oleh kelenjar air mata yang sedang terganggu. Kelenjar air mata terdapat di bagian dalam dan di sekitar kelopak mata kita. Bertambahnya usia serta kelembapan lingkungan yang berkurang dan berangin dapat meningkatkan penguapan sehingga menurunkan volume air mata yang diproduksi oleh kelenjar air mata. Selain itu, kualitas yang buruk dari air mata juga dapat mengakibatkan terjadinya mata kering. Air mata kita terdiri dari komponen minyak, air, dan lendir. Komponen-komponen tersebut berfungsi untuk mencegah penguapan lapisan air mata dan menyebarkan air mata secara merata ke seluruh permukaan mata. Jika salah satu dari komponen tersebut tidak optimal maka akan muncul gejala mata kering pada mata tersebut.
Adanya faktor lingkungan, infeksi, dan penuaan dapat berpengaruh pada munculnya gejala mata kering ini. Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi kestabilan kuantitas dan kualitas air mata yang diproduksi. Faktor ini pertama-tama akan mempengaruhi terjadinya hiperosmolaritas pada daerah sekitar mata. Hiperosmolaritas sendiri merupakan suatu keadaan tingginya zat terlarut dibandingkan dengan konsentrasi air yang terkandung pada suatu larutan. Mediator-mediator inflamasi atau peradangan seperti sitokin, kemokin, dan matriks enzim akan berada pada kadar yang tinggi serta menginduksi terjadinya apoptosis atau pemprograman kematian suatu sel. Mediator inflamasi ini akan saling berinteraksi dan menjalankan proses inflamasi yang terjadi. Mediator ini dapat merusak pertahanan dari kornea mata dengan melapisi ikatan yang terdapat pada permukaan sel pertahanan hingga mengakibatkan berkurangnya fungsi kelenjar air mata untuk memproduksi air mata yang optimal. Terjadinya gangguan-gangguan tersebut akan memunculkan gejala mata kering.
Gejala yang umum dialami saat mata kering adalah adanya warna kemarahan dari mata, rasa panas seperti terbakar dan menyengat, terasa seperti adanya benda asing, mata yang terasa gatal dan tidak nyaman, hingga adanya fotofobia atau rasa sakit atau tidak nyaman saat melihat cahaya terang. Terdapat beberapa gejala dari mata kering yang patut untuk diberikan perhatian lebih yaitu seperti adanya gejala mulut kering, alergi, kualitas penglihatan yang berkurang setiap sehabis berkedip, serta adanyanya sensasi lengket pada mata. Gejala-gejala ini perlu diperiksa lebih lanjut untuk mendapatkan terapi yang tepat untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih kronis.
Dalam menangani gejala mata kering ini terdapat beberapa pengobatan yang dapat digunakan. Pengobatan yang diberikan dapat berupa penggantian cairan air mata dengan menggunakan cairan yang telah dibuat dengan komponen-komponen tertentu, meningkatkan produksi air mata, meminimalkan reaksi peradangan atau inflamasi yang terjadi, dan mengoptimalkan kualitas air mata yang diproduksi. Penggunaan tetes mata atau larutan air mata merupakan pilihan pengobatan yang umum digunakan untuk mengatasi mata kering. Tetes mata yang sering kita temukan merupakan larutan isotonis yang steril, jernih, bebas partikel asing yang dapat membantu melembapkan mata kita. Tetes mata yang digunakan pada mata kering mengandung larutan yang bersifat pelumas untuk menjaga kelembapan mata dan bahan-bahan elektrolit seperti natrium dan kalium yang dapat menyembuhkan permukaan mata yang iritasi. Dalam usaha untuk meningkatkan produksi air mata, tetes mata juga digunakan sebagai penstimulasi kelenjar air mata untuk memproduksi air mata dan juga dapat melalui konsumsi nutrisi asam lemak Omega-3 untuk membantu adanya produksi air mata. Mengurangi peradangan yang terjadi dapat dilakukan dengan obat tetes mata atau salep mata antiinflamasi. Selain itu melakukan kompres hangat dan pijat kelopak mata, atau membersihkan kelopak mata juga dapat membantu mengurangi adanya peradangan di sekitar permukaan mata. Gunakan tetes mata sesuai dengan dosis yang telah tercantum pada kemasan.
Cegah mata kering dengan selalu menjaga kelembapan mata, berikan kesempatan mata untuk beristirahat dengan memejamkan atau mengedipkan sesekali mata yang lelah. Berikan istirahat sejenak pada mata setelah melakukan pekerjaan yang mengharuskan mata untuk terus berada di depan layar digital dalam waktu yang lama. Selain itu selalu jaga kebersihan kelopak mata, tingkat kelembapan lingkungan, membatasi penggunaan lensa kontak karena dapat meningkatkan risiko iritasi, hingga menghentikan pengobatan yang dapat memperburuk mata kering yaitu seperti penggunaan obat antialergi topikal maupun sistemik, atidepresan, serta obat lain yang mungkin memperburuk gejala mata kering. Gunakan kacamata hitam jika berada di luar ruangan, terutama pada lingkungan luar yang sedang berangin, berdebu, ataupun sedang berada di dataran tinggi. Segera rujuk ke dokter jika gejala-gejala diatas berlangsung dalam waktu yang lama dan gejala yang dialami semakin memburuk.

Sumber :

1. American Optometric Association. (2020). Dry Eye. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/dry-eye?sso=y
2. Medicines Optimisation Team. (2017). Dry Eye Treatment Guideline.
3. Messmer, E. M. (2015). Pathophysiology, diagnosis and treatment of dry eye. Deutsches Arzteblatt International, 112(5), 71–82. https://doi.org/10.3238/arztebl.2015.0071
4. Pflugfelder, S. C., & de Paiva, C. S. (2017). The Pathophysiology of Dry Eye Disease: What We Know and Future Directions for Research. Ophthalmology, 124(11), S4–S13. https://doi.org/10.1016/j.ophtha.2017.07.010