Kata vertigo berasal dari istilah latin, yaitu vertere yang artinya berputar dan igo yang artinya kondisi. Vertigo merupakan kondisi tubuh merasakan sensasi berputar terhadap lingkungannya atau sebaliknya, lingkungan sekitar yang berputar. Kondisi ini merupakan gejala kunci yang menandakan adanya gangguan sistem vertibuler dan gangguan otak (medulla, spons, dan serebellum). Secara umum jenis vertigo dikelompokkan menjadi dua kategori berdasarkan gangguan saluran vestibular, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.

Vertigo perifer didefinisikan sebagai abnormalitas pada salah satu organ bagian dalam telinga yang senantiasa mengirimkan informasi posisi tubuh dan keseimbangan sehingga menyebabkan perasaan berputar, gangguan keseimbangan, dan merasa ditarik ke satu arah. Terjadi secara mendadak dan bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Gangguan yang berhubungan dengan vertigo perifer antara lain Benign Paroxysmal Position Vertigo (BPPV) gangguan akibat kesalahan pengiriman pesan, penyakit Menieres (gangguan keseimbangan yang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran), vestibular neuritis (peradangan pada sel-sel saraf keseimbangan), dan labirinitis (radang di telinga dalam). Sedangkan vertigo sentral terjadi di daerah medulla, pons, dan serebelum. Biasanya disebabkan adanya infark batang otak dan tumor, sehingga pada vertigo sentral terjadi secara terus-menerus dan dapat terjadi hilangnya kesadaran. Gejala lain yang menyertai adalah mual, muntah, berkeringat, sakit kepala dan gerakan mata yang abnormal (nystagmus). Gejala dapat berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam atau lebih dan dapat hilang dan timbul secara tiba-tiba.

Pemeriksaan vertigo dapat dilakukan di pusat layanan kesahatan primer. Pertama lakukan anamnesis, tanyakan perasaan yang dialami seperti melayang, berputar, dan sebagainya. Lalu lakukan beberapa tes keseimbangan sederhana yaitu : tes Romberg dan tes salah tunjuk. Pada tes Romberg, penderita diminta berdiri dengan kaki yang satu berada di depan kaki yang lain, dan tumit yang satu berada di depan jari-jari yang lain. Orang normal dapat berdiri dengan posisi romberg selama 30 detik atau lebih. Pada tes salah tunjuk, penderita diminta merentangkan tangannya dan telunjuk penderita diminta menyentuh telunjuk pemeriksa. Pada gangguan vertibuler akan didapatkan salah tunjuk. Tindakan ini dapat dilakukan pada praktik sehari-hari.

Secara umum, penatalaksanaan vertigo bertujuan untuk : menghilangkan keluhan vertigo, memperbaiki proses-proses vestibuler, dan mengurangi gejala-gejala psikoafektif. Apabila penyakit vertigo menyerang, kita dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi gejala vertigo seperti :

  1. Segera duduk jika vertigo menyerang.
  2. Kurangi gerakan secara tiba-tiba.
  3. Gerakan kepala secara perlahan-lahan, hindari gerakan mendongak, berjongkok, atau menunduk.
  4. Gunakan beberapa bantal agar posisi kepala lebih tinggi.
  5. Batasi asupan garam pada penyakit meniere’s

Pengobatan non-medikamentosa dilakukan untuk penatalaksanaan Benign Paroxysmal Positional vertigo (BPPV) berupa manuver epley dan Brandt-Daroff Exercise. Manuver Epley, penderita diminta untuk menolehkan kepala ke sisi yang sakit, lalu penderita berbaring dengan kepala tergantung dan dipertahankan 1-2 menit. Lalu kepala ditolehkan ke sisi sebaliknya, posisi supinasi menjadi posisi lateral pertahankan 30-60 detik. Setelah itu penderita mengistirahatkan dagu dan pundaknya, lalu dapat kembali ke posisi duduk secara perlahan. Brandt-Daroff exercise adalah terapi tambahan untuk penderita yang tetap memiliki gejala vertigo setelah melakukan maneuver epley. Latihan ini dilaukan dengan cara penderita duduk di tempat tidur, lalu tidur dengan posisi lateral, lalu duduk kembali, lalu tidur kembali dengan arah yang berbeda, lalu bangun dan duduk secara perlahan.

Selain itu dapat diberi obat oral untuk menghilangkan gejala vertigo seperti Betahistin hidroklorida (8-16mg), Sinarizin (15-30 mg) dan apabila muntah dapat diberikan Proklorperazin (12,5 mg) injeksi intramuskular. Obat antivertigo sangat banyak pilihannya namun harus dipertimbangkan antara manfaat dan risiko penggunaannya.


References:

  1. Wahyudi, KT. 2012. Vertigo. Available at : www.kalbemed.com/Portals/6/06_198Vertigo.pdf. [Diakses pada Oktober 24, 2016].
  2. Gill, MM. 2016. Vertigo: Causes, Symptoms and Treatments. Available at : http://www.medicalnewstoday.com/knowledge/160900/vertigo-causes-symptoms-treatments. [Diakses pada Oktober 27, 2016]
  3. Sura, DS, Newell S. 2010. Vertigo- Diagnosis and management in primary care. Available at : http://www.bjmp.org/content/vertigo-diagnosis-and-management-primary-care. [Diakses pada Oktober 27, 2016]
  4. Muda, Hilda. 2016. Bab II Tipus. Available at https://www.scribd.com/document/321463577/Bab-II-Tipus . [Diakses pada Oktober 31]