TRIVIA 113 | RIP CURRENTS

by | Nov 23, 2019 | 0 comments

RIP CURRENTS,

MENELAN MANUSIA KE LAUT

 

Kita mungkin sudah beberapa kali mendengar kejadian berbahaya jika bermain di pantai, entah itu tenggelam atau terseret arus. Biasanya, hal ini dikait-kaitkan dengan kejadian mistis, tergantung bagaimana kepercayaan masyarakat di pesisir. Konon ombak-ombak jahat itu “menarik” atau “menelan” para manusia untuk dijadikan pelayan di dunia lain. Seram juga, ya?

Nah ternyata, desas-desus masyarakat yang menghantui pesisir itu ada penjelasan ilmiahnya juga, lho! Untuk kalian yang belum tahu, ada istilah rip currents, atau arus pecah, dalam dunia laut, yang cukup mematikan. Yuk, kita cari tahu lebih lanjut.

Rip currents (arus pecah) adalah aliran air yang panjang dan sempit dalam jumlah besar dan dapat menarik perenang menjauh dari pantai mendekati laut hanya dalam beberapa detik. Banyak mitos gaib yang beredar di masyarakat mengenai pantai dan arus laut—entah itu turis, orang yang tidak bisa berenang, dan sebagainya—untuk dijadikan alasan bagi mereka untuk tidak langsung terjun ke laut. Faktanya, justru para pemuda lokal lah yang paling banyak meninggal karena arus pecah. Arus pecah dapat menarik perenang terkuat sekalipun. Arus pecah sangat berbahaya, Kalian tentunya perlu mengetahui cara mengidentifikasi dan menjauhinya.

Bagian  di antara  hempasan  gelombang  sampai  tepian  pantai  merupakan tempat  yang  menarik  bagi  para wisatawan  untuk  bermain  atau  berenang  di  pantai. Kecelakaan yang sering terjadi di pantai adalah terseret atau terhanyutnya wisatawan ke laut lepas oleh tarikan dari pergerakan massa air yang kembali ke laut. Biasanya, hal ini ditandai oleh tidak pecahnya ombak, dan terus menggulung. Walaupun terlihat asyik, justru arus ombak tersebut yang berbahaya. Arus yang menyeret wisatawan hingga ke laut lepas tersebut adalah rip current. Gelombang yang pecah karena adanya perbedaan kedalaman kemudian melontarkan massa air ke tepian pantai. Massa air  di  tepian  pantai  tersebut  kemudian  akan  kembali  ke  laut  dengan  membentuk  celah  di antara  gelombang  pecah. Rip current dapat terbentuk setiap hari dengan kondisi bervariasi mulai dari yang kecil, pelan dan tidak berbahaya, sampai arus yang dapat menyeret orang ke tengah laut. Rip current terkonsentrasi  melewati  jalur sempit (rip chanel) yang mengalir kuat kearah laut dari zona hempasan melintasi gelombang pecah hingga ada di laut lepas-pantai.

Untuk menghindari terjebak dalam arus pecah, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Jauhi kanal air yang tampak berbeda dari sekelilingnya. Arus pecah dapat tampak lebih berombak dan berbuih, atau merupakan celah hening di baris gelombang yang memecah. Warna arus pecah juga agak berbeda dari sekitarnya.
  2. Jika merasa ada tarikan kuat di air dangkal, segera keluar. Apabila sudah terseret air sampai setinggi dada, arus pecah akan sulit untuk dilawan. Jika air masih setinggi panggul atau kurang, bisa kembali berjalan menuju pantai (atau menyamping menjauhi arus) kalau mampu berpijak dengan kuat.

Jika sudah terjebak dalam arus pecah, berikut respons yang tepat untuk bisa kembali ke pantai dengan selamat:

  1. Tetap tenang, usahakan jangan panik. Ketahuilah bahwa arus pecah tidak menyeret masuk ke dalam air atau menenggelamkan, arus pecah hanya menarik langsung ke laut.
  2. Berteriak minta tolong. Jika tidak mahir berenang, tarik perhatian penjaga pantai atau orang lain di lokasi dengan berteriak sambil melambaikan tangan.
  3. Berenang sejajar garis tepi pantai. Alih-alih mencoba berenang melawan arus yang lebih kuat, lebih baik berenang secara sejajar menuju pantai untuk keluar dari jalur arus. Daripada berenang maju atau mundur melawan arus, lebih baik berenang ke arah samping, ke sisi kiri atau kanan.
  4. Hemat tenaga. Jika merasa tidak mengalami kemajuan dengan berenang atau sudah merasa lelah, hematlah energi. Mengambanglah secara telentang. Anggap saja sedang berada di kolam renang, berusahalah untuk tetap mengapung. Jika sudah melewati pecahan gelombang, arus pecah akan melambat dan menyebar ke berbagai arah. Sambil istirahat, teruskan memberi isyarat minta tolong hingga siap memulai kembali.
  5. Berenanglah secara diagonal menuju pantai. Setelah keluar dari arus pecah, berenanglah menuju pantai secara diagonal menjauhi pusat arus pecah.

Sekarang, setelah ditelaah lebih dalam, ternyata tidak seseram itu, ya! Tetapi untuk kalian yang sering berenang di pantai, hal ini patut diperhatikan karena sudah banyak memakan korban. Yuk, berbagi informasi mengenai arus pecah ini. Sampai jumpa di trivia selanjutnya!

 

Sumber:

  1. SLS Beachsafe. (2019). Rip Currents. [online] Available at: https://beachsafe.org.au/surf-safety/ripcurrents [Accessed 21 Aug. 2019].
  2. Pangururan, I., Rochaddi, B. and Ismanto, A. (2015). STUDI RIP CURRENT DI PANTAI SELATAN YOGYAKARTA. JURNAL OSEANOGRAFI, [online] 4(4), pp.670-679. Available at: https://docplayer.info/71182193-Jurnal-oseanografi-volume-4-nomor-4-tahun-2015-halaman-online-di.html [Accessed 22 Aug. 2019].
  3. (2019). Cara Menyelamatkan Diri dari Riptide. [online] Available at: https://id.wikihow.com/Menyelamatkan-Diri-dari-Riptide [Accessed 22 Aug. 2019].
  4. Gualtieri, T., Budd, J., McGuirk, P. and Mott, M. (2011). RIP TIDE RIP CURRENT UNDERTOW. [ebook] Long Island, New York: ELICCA. Available at: https://seagrant.sunysb.edu/cprocesses/pdfs/BeachHazards-RipCurrents0711.pdf [Accessed 22 Aug. 2019].