TRIVIA 127| Aman Mendaki Selama musim Hujan

by | Mar 18, 2021 | 0 comments

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kondisi cuaca seperti apapun tidak menghalangi antusias para pendaki gunung untuk melakukan pendakian. Mereka akan tetap semangat menghadapi segala rintangan saat mendaki gunung karena bagi mereka hal – hal itu adalah proses menuju kedewasaan, mengenal diri sendiri, sampai mereka mendapatkan hadiah di dalam hidupnya berupa segala keindahan alam yang dapat dilihat dari puncak gunung tersebut. Namun perihal rintangan yang diberikan alam sering kali tidak dapat dihindari. Hujan merupakan salah satu faktor yang menghalangi para pendaki. Oleh karena itu, setiap pendaki yang melakukan pendakian di musim hujan harus mempersiapkan dengan baik untuk menghadapi situasi apapun.

Para pendaki harus mempersiapkan dirinya sebelum melakukan pendakian. Persiapan yang yang dapat dilakukan antara lain sering meminum air putih , konsumsi asupan vitamin c yang cukup, rajin latihan fisik yang dapat membuat stamina serta daya tahan tubuh meningkat. Setelah itu, pendaki juga dapat memilih gunung yang sekiranya memiliki jalur singkat untuk mencapai puncak supaya para pendaki tidak perlu sampai membongkar tenda apabila saat berada di base camp. Base camp merupakan perkemahan yang digunakan sementara untuk menyimpan persediaan dan mempersiapkan kegiatan yang lebih besar seperti mendaki gunung. Para pendaki juga dapat mempelajari terlebih dahulu jalur pendakian yang akan mereka lalui dengan tujuan untuk dapat mengetahui segala resiko dari jalur tersebut. Sebelum mendaki alangkah baiknya jika melakukan pemeriksaan data di situs BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang menyajikan data-data kondisi cuaca yang terbaru. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk selalu rajin memeriksa data guna mengetahui kondisi cuaca di jalur pendakian. Membawa perbekalan lebih akan berakibat fatal jika tidak bisa membawanya di jalur pendakian, terlebih ketika musim hujan dapat meningkatkan beberapa kali lipat kesulitannya. Maka dari itu, pendaki harus memilih barang bawaan yang memang berguna karena membawa barang bawaan yang berlebihan akan menjadi sia-sia dan dapat berakibat fatal ditengah sulitnya jalur pendakian di musim hujan. Ketika hujan sedang turun, lapisi tas dengan menggunakan kantung kedap air untuk mencegah barang bawaan menjadi basah. Umumnya pada tas carrier sudah dilengkapi dengan kantung kedap air. Apabila tidak memiliki kantung tersebut maka dapat menggunakan trash bag atau kantung plastik kresek yang besar utuk menyelamatkan barang-barang yang ada di tas. Adapun barang-barang yang lainnya yang juga harus dipersiapkan yaitu ponco atau bonnie hat yang mampu untuk melindungi tubuh dari hujan, kemudian menggunakan sepatu boots yang dikarenakan adanya lumpur di jalur pendakian, membawa trekking pole yang sangat membantu di situasi apapun. Trekking pole adalah salah satu perlengkapan pilihan yang bisa dibawa ketika hendak mendaki gunung yang manfaatnya untuk mendapatkan ritme mendaki yang konsisten, serta mendorong tubuh tetap bergerak kedepan.
Apabila musim hujan memang tidak dapat dihindari atau tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, alangkah baiknya jika pendaki harus bersabar dan menunda terlebih dahulu kegiatan pendakiannya. Pulang dengan selamat adalah tujuan utama saat pendakian gunung dan kembali apabila cuaca sudah membaik di hari kedepannya.

Sumber :
1. Giarno, G., Dupe, Z. and Mustofa, M., 2012. KAJIAN AWAL MUSIM HUJAN DAN AWAL MUSIM KEMARAU DI INDONESIA. Jurnal Meteorologi dan Geofisika, 13(1).
2. Fadholi, A., 2013. STUDI DAMPAK EL NINO DAN INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DI PANGKALPINANG. Jurnal Ilmu Lingkungan, 12(2), p.43.
3. https://www.superadventure.co.id/news/22625/gunung-thor-punya-tebing-vertikal-paling-terjal-di-dunia-bro/